Tampilkan postingan dengan label Facebook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Facebook. Tampilkan semua postingan
Rabu, 12 November 2014
Facebook Menurutku
Fenomena Facebook demikian memikat. Perusahaan dan personal, pria dan wanita membuat account di situs pertemanan paling populer ini. Entah apa yang membuatnya demikian digandrungi. Mungkin penggunaannya yang user friendly dibandingkan dengan situs pertemanan lain (ini rasa subjektif saya yang berbicara).
Tapi ada juga kok sebuah pemikiran (suudzdzan lebih tepatnya), kenapa Facebook demikian populer. Apakah itu? Sebelum saya mengutarakannya, kita tentu ingat dengan kasus “pengharaman” (?) Facebook oleh MUI sebuah provinsi. Dan dari sinilah semuanya bermula. Media memuat secara gencar. Mereka membahasnya tiap waktu. Dan ini menjadi iklan yang gratis. Dampaknya masyarakat makin tahu apa itu Facebook.
Dan inilah yang menjadi suudzdzan yang tumbuh itu. Saya pikir kasus Facebook sama dengan seseorang yang membakar rumahnya untuk tujuan mendapatkan asuransi. Mungkinkah yang menggembargemborkan “pengharaman” Facebook itu adalah mereka sendiri dengan mendompleng media dan MUI?
Entahlah. Tapi seperti yang saya katakan itu adalah sebuah suudzdzan. Tidak didukung dengan data dan fakta. Saya mempunyai pemikiran demikian karena banyak situs pertemanan lain sebelum Facebook tapi rasanya kok tidak ada yang mempersalahkannya. Itu saja.
Okelah kita sudahi pembicaraan yang tidak berdasarkan data dan fakta itu. Dan sekarang beralih kepada sesuatu yang pasti saja. Apakah itu? Facebook mempunyai dampak positif. Secara tidak langsung Facebook, membuka lahan bisnis baru: warnet!
Langganan:
Postingan (Atom)

