Tampilkan postingan dengan label Indon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indon. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 November 2014

Don't Call Us, Indon!


sumber gambar : dgi-indonesia.com
Aku segera berkemas. Menyiapkan segala keperluan yang aku butuhkan. Memasukkan beberapa barang ke dalam ransel. Sesaat aku berhenti. Aku mengingat-ingat lagi. Adakah barang yang tercecer? Yang ketinggalan? Tampaknya tidak ada. Aku telah menyiapkan semuanya dengan sempurna. Tiada yang aku khilafkan. Termasuk benda yang telah disiapkan dan akan membuatku masuk dalam sejarah itu.

Ketika aku termenung, tiba-tiba pintu kamar kostku terbuka. Sahabatku muncul. Ia heran ketika aku tengah bersiap-siap. Mungkin ia tidak percaya.

“Kamu yakin?” tanyanya.

“Haqqul yaqin!”

“Jangan nekad begitu,” teriaknya.

“Sesekali perlu. Kalau tidak nekad, kita tidak akan pernah menjadi apa-apa.”

“Jangan sok!”

“Harus! Aku harus sok! Aku harus nekad!”

“Tapi ini membahayakan jiwamu.”

“Berdiam diri di rumah pun sebenarnya membahayakan jiwa,” elakku.

“Tapi menyelesaikan masalah bukan dengan cara kekerasan ‘kan?”